Tiba-tiba jiwa puitisku melayang entah kemana. Melesat hingga negri seberang. Padahal niat untuk merangkai kata itu sebenarnya besar, tapi entahlah. Yang aku tahu saat ini, dipinggi ruko aku berdiri menunggu hujan reda berharap yang dirindukan menjadi penghangat yang menenangkan.
Tapi sepertinya percuma, aku ernah menggapainya. Namun karna kelengahanku, aku melepasnya. Hingga aku kehilangan akal cara untuk merenggutnya kembali. Rindu ini mucul, rindu yang telah lama tidak aku rasakan. Aku kira semua masih sama, saat aku berkata rindu tanpa perlu menunggu terlalu lama kau datang dihadapanku. Melenyapkan rindu itu.
Tapi kayanya sekarang, walaupun aku sudah menangis sejadi-jadinya tersiksa karna rindu yang kau sebabkan itu, sosokmu tak mungkin datang. Kita pernah saling memiliki, saling tersiksa karna rindu yang kita sebabkan sendiri. Tapi kita itu kini sudah terbelah menjadi dua, kau berjalan kearah sana dan aku kearah lain. Jalan kita telah berbeda. Kau berjalan menuju kebahagiaan mu dengan merekan, dan aku berjalan menuju kebahagiaanku entah sama siapa. Yang jelas aku berharap suatu hari nanti kau bisa melihatku, nanti saat aku sukses atau saat aku telah punya kebahagiaan sendiri. setidaknya kau paham hidupku tak berhenti dikamu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar