Hei masa lalu, apa kabar?
Gak kerasa ya, 3 bulan sudah lama nya kita jalanin hidup sendiri-sendiri. Aku ada kabar baik loh untukmu, sekarang aku udah semakin mandiri loh semenjak kamu pergi. Sekarang aku udah bisa ngelakuin semuanya sendirian hehehe. Kalau kamu apa kabar? Ada kabar baru gak selain kabar tentang wanita wanita mu? Kamu udah jauh berubah ya sekarang, kelihatan agak gimana gitu...
97 hari sudah aku jalani hidup tanpa kamu, dan selama itu pula kamu tidak lagi jadi milikku. Aku lihat dari jauh, kaya nya kamu semakin bahagia ya.Wah selamat ya. Jika duli kita begitu manis, entah mengapa kini begitu miris. Atau memang pendapat aku aja yang suka melebih-lebihkan? mengingat perpisahan yang terjadi itu tanpa alasan yang kuat, sulit ditebak, sampai akhirnya aku mencari-cari apa yang sebenarnya udah hilang...
Aku masih ingat betul mimpi-mimpi yang pernah kita rancang bersama, salah satunya mimpi memiliki apartement the peak lantai 25. Bagaimana denganmu? Apa sudah lupa? Aku berusaha menerima. Tapi, bisa kah kamu mendekapku sebentar saja dan kembali menceritakan mimpi-mimpi yang lebih dulu hancur sebelum sempat terwujudkan?...
Aku udah berusaha berdiri tanpa kamu, dan sejauh ini berhasil dan kelihatan baik-baik saja. Tapi diluar dugaanku, kamu masih sering mampir didalam ingatan, berkeliaran. Pikiranku masih suka menjadikan mu topik utama dan hatiku masih sanggup membiarkan kenangan kita tersimpan abadi disana. kelihatannya aneh memang, jika aku terlalu suka memikirkan kamu yang suka memikirkan yang lain. Menyakitkan memang, jika aku selalu mendewakan masa lalu, cuma karna kenangan yang terlalu sulit buat dihancurkan.
Kaya ginilah.. Tidak lagi saling sapa, tidak lagi saling tukar kabar. Kita seperti orang asing saja.. Segalanya terasa begitu kosong. Apapun yang kita lakukan dulu, kaya nya mudah banget kehapus seperti tulisan yang dibuat dipasir pantai.. Musnah seketika karna ombak. Detik, menit, jam, hari, minggu bahkan bulan sudah kita lewati masing-masing, dan semenjak 97 hari yang lalu jantung kita berhenti mendenyutkan rasa yang sama.
Dengarkan aku, beginilah adanya kita sekarang... Berusaha melewati yang namanya kesendirian, dan melawan ketakutan yang disebabkan perpisahan. Siapapun yang telah berhasil menggantikan, semoga cepat sadar, kalau kita tak kan pernah terganti.
Kalau kamu punya waktu, coba deh main ke foodcourt, kali aja kamu ingat gimana senior menyalam juniornya. Berkenalan dan meminta nomer handphone. Kalau aku punya mesin waktu, aku pengen flashback deh kemasa itu, bagaimana denganmu?...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar