Cerita masa lalu yang perlahan lembarannya terkikis oleh waktu yang dibantu debu. Aku bangga karna hampir bisa melepaskan mu, meski hanya sebatas hampir. Bunuh semua ingatan tentang yang pernah kita lahirkan bersama. Aku bosan bertahan pada situasi bimbang seperti kemarin, bertahan untuk melukai diri sendiri, dan menutup hati untuk yang lain. Hingga akhirnya benci untukmu pun terlahirkan. Aku sudah tak mencintaimu, Alhamdulillah.
Rasa rindu yang telah lama aku tahan hingga sesak didada yang terasa, kini sudah menjadi cerita basi untuk di dongengkan. Impan-impian kosong yang pernah kita rangkai, sekarang hanya sampah busuk untuk dibahas kembali. Dan kau hanya bangkai yang harus aku buang dari hati ini, secepatnya. Sesekali kebohongan tercipta bersama kemunafikkan. Aaaaaaah jika alasan semua sakit ini kau, mengapa tidak dari dulu saja kau musnah dari muka bumi ini. Sempat menyesal pernah mengenal, mencintai, bahkan sampai memiliki orang seperti mu.
Banyak hati yang harus aku korbankan, karna rasa yang sempat bertahan untukmu. Caci maki sumpah serapah, semua diucapkan untuk menghujat ku, kebodohan ini semakin luar biasa.
Untung ku temukan dia yang hampir berhasil membenahi hati ini, yang letaknya hampir abstrak karna kau kecewakan. Aku pun telah berhenti mempertahankan rasa ini, untukmu. Dan mengalihkan seluruhnya untuk dia. Satu harapan untuk senyum dikemudian hari, dia tidak pernah menjadi kamu. Semoga saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar