Jumat, 09 September 2011

bodoh yang telah berakhir

meski penuh dengan petir getir, aku terluka karna harus melakukan semua ini dengan bukan karna rela hatiku . meski harus ada yang terluka , aku tetap jalani meski kadang sedikit merintih. tentang salam yang tak sempat disampaikan awan pada hujan yang meleburkan nya, begitu lah rapuhnya aku kala ini yang berusaha membayangkan tentang indahnya perjalanan yang 'sempat' kita jalani bersama . ya emang hanya sempat . luka yang mengalahkan indah-indah yang sulit dijelaskan. kau peran utama atas segala luka dihatiku

disana, dibawah pohon cemara rindang itu, dengan sedikit gerimis yang menambah sempurna keadaan, aku terdiam menunggu kau hampiri dengan yaaah sedikit senyuman yang dulu sempat kau lahirkan dari bibirmu untukku. sepertinya aku hanya melakukan sebuah tindakan sia-sia yang akan memperlebar luka ini. andai kau disini, saat aku sudah tak berani melanjutkan waktu lagi, mungkin kau belum terlambat. jika bahagia itu kekal, mungkin saat ini detikku masih milikmu. menit, jam, hari, bulan, bahkan umurku, kau yang punya. namun aku salah mengira, kau salah satu pemberi bahagia sementara itu didunia ini.

andai aku bisa menjadi merpati putih indah berterbangan disetiap kau melihat, hingga kini aku pasti tetap bahagia, walau hanya bahagia pura-pura karna tak bisa tersenyum karna mu. sekarang aku hanya bisa terus bermimpi, andai hangat tanganmu kembali menggenggam ku. sudahlah, aku memang terlalu berharap

perlahan kubunuh waktu dengan jalani bahagia bersama sahabatku, luka karnamu pun sedikit demi sedikit mengering. dengan menyandarkan diri pada sekeping papan kecil ditaman aku berusaha berpikir keras tentang arti "mengerti". lama-kelamaan aku paham atas kecewa yang sempat kau beri, ternyata aku pecundang terbesar itu. seolah menyelam pada luasnya lumpur kumuh. kau itu kesalahan, dan entah karna apa, aku sempat bahagia jalani yang sebenarnya aku tau itu salah. tak mampu menyalahkan siapa-siapa karna memang kesalahan terbesar itu terletak pada aku sendiri, mencintai orang yang jelas-jelas salah sama aja kebodohan yang luar biasa !

dengan berat hati ku jelaskan. untuk kau yang masih menguasai relung hatiku, andai kemarin kau temukan bahagia bersamaku, aku tau kau tak kan mencari bahagia lain dengan orang yang berbeda, mungkin aku wanita gagal karna tak berhasil membuatmu bahagia. hahaha senyum ikhlas ku tebarkan pada awan tempat bintang berdiam, kau terlalu bodoh memilihnya yang tak bisa mencintaimu seperti aku. mungkin kau tak akan menemukan aku yang sama seperti kala kau memiliki ku . aku telah mengakhiri kebodohanku sampai disini ;) makasih telah memberi aku pelajaran tentang berharganya akar bagi sebatang pohon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar