nggak ada lagi kamu yang menuhin kotak inbox di handphone ku.nggak ada kamu yang membantuku memenuhi timeline dengan kemesraan kita. nggak ada sapaan mu sebelum tidur disertai doa doa agar menghandirkanmu dimimpi ku. gak ada lagi genggaman tangan mu, nggak ada lagi pelukanmu yang menenangkan aku. tanpamu, semua perlahan berubah.
aku membuka mata dan berharap hari-hariku berjalan seperti biasanya, walau tanpamu. sering kali aku melirik kelayar blackberry ku, namun tiada ucapan selamat pagi dan emot kiss disertai emot hug yang biasanya menyemangatiku. pagi yang mulai berubah. ada yang hilang.
lalu aku menjalani semua aktivitasku, seperti biasa, kamu tentu tahu itu. dulu kamu memang berpengaruh penting atas semua kegiatan dan rutinitasku. namun, sekarang sudah tak lagi. tak ada lagi pesan singkat dan perhatian perhtian kecilmu agar aku tetap menjaga kesehatan. bukan masalah besar memang, aku mulai mandiri dan melakukan semuanya sendiri tanpa ada campur tangan mu lagi, aku mulai berdiri sendiri, meski sedikit oleng. tapi, tetap saja aku merasa kehilangan. tanpa pernah tau yang aku rasa telah hilang apa merasa hal yang sama.
semenjak aku mengenalmu, aku udah nyerahin hati aku semuanya sama kamu. tapi waktu kamu pergi, aku ngerasa seperti menjadi orang lain karna ada yang hilang dari diri aku. rupanya kamu serakah, kamu nggak balikin hati aku, tapi malah kamu bawa pergi sampai aku gak bisa ngambilnya lagi. jahat. aku sekarang menjadi gadis linglung yang belajar membiasakan diri, semenjak kepergianmu.
ingin sekali rasanya aku melempar dan berteriak sesukaku, agar terasa lega untuk membuka lembaran baru, tanpamu. kamu memang juara karna berhasil membuatku frustasi seperti ini. mungkin kali ini aku berhenti mempercayai lawan jenis serta janji janji tololnya. semenjak peristiwa denganmu itu. siksaanmu terlalu mengerikan untukku. aku terlalu lemah merasa sakit yang kau sebabkan.
aku benci perpisahan . mengapa setiap kejadian itu harus ada yang terluka, dan yang lainya bisa saja bahagia. kita seperti saling menyakiti tanpa paham yang sebenarnya patut dibenci. aku menangis sejadi-jadinya, atas dasar cinta. kamu tertawa sejadi-jadinya, atas dasar... entag harus aku sebut apa. aku tak pernah mengerti jalan fikiranmu yang terlampau rumit itu. aku merasa sangat kehilangan , sementara kamu dalam hitungan jam telah menemukan penggantiku. semudah itukah melupakan kenangan kita? bagaimana mungkin aku harus menyebut semua adalah wujud kesetiaan? begitu sulit aku melupakanmu, begitu mudah kau melupakanku. inikah caramu menyakiti seseorang yang tak pantas kau lukai?
aku jalani hidupku tentu saja tanpa kamu, kamu lanjutkan hidupmu bersama dia. aku gak nyangka, begitu mudahnya kamu nemuin pengganti, begitu mudahnya kamu lupakan yang terjadi. aku ingin tau isi otakmu, apakah kamumengerti tentang robek dihati yang mulai membesar? atau mungkin kau takpunya otak? atau hati?
tak banyak yang bisa ku lakukan selain merelakan. tak ada hal yg mampu kuperjuangkan, selain membiarkanmu pergi dan berharap kamu gak norehkan luka lagi. aku cuma berusaha menikmati luka, sampai terasa kebal, dan terbiasa dengan tingkah mu pasca berakhir hubungan kita yang sangat menyakitkan itu. kepergianmu yang tak beralasan telah membantu ku paham arti kehilangan sesungguhnya.
aku mulai suka sama air mata yang terbiasa jatuh untuk kamu saat aku sedang sendirian. aku menikmati saat nafas ku terpenggal penggal saat mengingatmu. aku jatuh cinta untuk rasa sakit yang kau ciptakan ini. semoga kau ngerti. terimakasih telah memberi pengalaman. assalamu'alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar