Hari itu kumulai mengenal cinta
cinta pada sepasang sejenisku
bersamanya aku jalan menerawang
menelusuri jejak cinta yang menjanjikan keindahan dan kebahagiaan
hari itu
kutemukan terjalterjal keindahan
kurasakan gigitan-gigitan mencuil dalam sukma
kuhirup aroma wangi menyengat kedalam rongga
menusuk tepat ke ubun-ubun
hari itu
aku kehilangan diriku yang selama ini kubangga-banggakan
aku tak mampu menahan pukulan-pukulan
cinta yang memaksa ku menyambut air mata
akan hadirnya perpisahan
hari itu
aku menatap cinta dgn sejuta cahaya pertanyaan
sekilas aku pandang cahaya yang satu
aku terpukul hingga memar
kualihkan pandangan kecahaya yang satu
ku terikat dan tak mampu bergerak
untuk satu gerakan
kumasih juga pandang cahaya lainnya
aku tercekik dan tak mampu bernafas
lagi-lagi kualihkan pandang cahaya satunya
beranjam belati menusuk tepat jantungku
aku tak berdaya namun aku tak bisa menghembus nafas untuk yang terakir kali
hari itu
semua telah dihancurleburkan oleh cinta
hanya puing-puing kesimpulan yang tersisa
mencoba membangun jiwaku dgn melangkah
dan menatap kehidupan dgn tegak
hari itu
aku menjemput pagi dengan tersendiri
kuhirup udara segar sambil menanti menari
hari itu
jiwaku lelah dengan kesendirianku
hampa, asing, kosong , diam seribu bahasa dan rahasia
semua keterpautan rindu menyatu dalam jiwaku
menjadi satu harapan akan kenangan yang terabadikan
hari itu
aku terdiam dalam kesendirianku
ku tak terlihat dari satu orangpun
aku tak takjuga melihat satu orangpun
sekilas satu cahaya hadir
aku terbawa sinar kelembutannya
aku termenung mengapa dia menghilang sebelum sempat aku mengenalnya dan belajar tentang dirinya
hari itu
aku membawa jiwaku untuk
keutuhan yang kembali
mampukah diri ini mencintai
dan layakkah untuk dicintai
tak ada nilai untuk jiwa ini
serentak lamunanku terbang oleh cahaya
yang tanpa kupahami itu
selepas itu juga dia hilang meninggalkan bekas
hari itu
keajaiban dalam lamunan yang
terwujud oleh kenyataan
telah mampu kupandang dgn mata telanjang
diakah cahaya itu
aku tak mampu menerimanya
aku hanya berandai bisakah
aku memberi dan merawatnya
dengan cahaya yang begitu menakjubkan
namun kuyakin aku pasti dapat
masuk ke dalamnya
karna dia telah masuk kedalam diriku
dan maya didalam jiwaku
hari itu
pandanganku tepat pada chaya itu
dia memancarkan chaya yang lain
begitu indah komposisi cahayanya
kusajikan seluruh yang ku miliki
khusus teruntuk dirinya
dihadapan pintu istana kulantum salam penghormatan tulus untuknya
pintu itu terbuka
akupun terpana
akan rona cahayanya
dia pun terkesima oleh salam tulusku
seperti merpati tersesat ke dalam kesesatan
kelelahan seribu kedahagaan
tertangkap oleh sang bidadari petunjuk
membawa cahaya kebenaran
begitu tenang, damai jiwa merpati
didalam dekapan sang bidadari
hari itu
sepasang burung parkit bersiul-siul
membahagiakan kebahagiaannya
rumputan bergoyang menari segar
tersiram air hujan
pepohonan pun iri dan melambaikan
salam kepadaku yang bersanding
bersama belahan jiwaku
yang cahaya kelembutannya mengenggam
erat jemariku masuk menusuk dalam jiwa
begitu indah penyambutan
alam terhadap tulusnya cinta
cukup hari itu ungkapan cintaku pada sepasang jenisku
kebahagiaan , damaikan jiwaku
kedalam dekapan dirinya
karena dia adalah makhluk tuhan
yang tercipta untuk mengasihi dengan kebahagiaan
dan akan terjaga selalu dalam jiwaku
dia adalah makhluk tuhan yang terutus dijiwaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar